Minggu, Desember 27, 2009

i promise


Kedekatan tidak akan terjarakkan
Meski dilingkari kesibukan

Jumat, Desember 25, 2009

cant wait for tomorrow :p

And i'm going to

VACATION

tomorrow

yeaayyyy!!!

Kamis, Desember 17, 2009

Dear my lovely..

Jika setelah kalian membaca postingan ini dan kalian mengira bahwa aku sedang jatuh cinta dan dimabuk kepayang oleh cinta, berarti kalian salah besar.

Just read it and follow your heart.

Dear my lovely..

Percayakah kamu? Ada kekuatan yang lebih besar dari sebuah kata kata. Kekuatan yang bahkan aku sendiri tidak bisa menjelaskannya kepada kamu. Orang yang aku percaya.

Aku merasakan "sesuatu" denganmu, dan aku tidak perlu alasan untuk itu. Aku hanya merasa dan itu cukup buatku.

Tuhan baik sekali ya? Memberi kamu di sela sela ketidakmengertianku menjelajahi dunia ini.

Kamu tidak sebegitu perfectnya. Iyah, aku tau itu. Bahkan kamu bisa menyenangkan dan menyebalkan disaat yang bersamaan. Dan aku benci itu.

Kamu seharusnya mengerti bahwa itu tidak akan merubah apapun.

Apapun.

Apapun yang terlintas di benak kamu.

Karena kita.

Punya lebih dari itu.

Sayang.

Jumat, Oktober 02, 2009

Batik day in my place


Sabtu, September 26, 2009

Sampai Jumpa

Kita semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.
Itu kalimat pertama yang ia dengar kemarin sore. Sore itu langit kemerahan. Cahaya menembus sela sela pepohonan menyinari gundukan tanah merah. Wangi bunga tujuh rupa sekilas menusuk hidung. Takbir tak henti henti melayang dalam ruang memenuhi rongga kosong.

Ia mencoba mencari celah untuk melihat beliau untuk yang terakhir kali. Namun dari tadi ia hanya melihat punggung punggung tegap dan tumpukan tanah merah dipinggir lubang. Air dalam kendi yang ia pegang mulai menetes. Dinginnya menyentuh jari jemari.

Baru kali ini ia menyaksikan peristiwa itu secara langsung.

Azan berkumandang. Tak sadar ia menemukan air matanya mengumpul disana. Disudut matanya.

Satu persatu butiran merah itu mulai menggelinding ke dalam lubang. Tak berapa lama butiran merah itu sudah menjadi gundukan. Sebuah gundukan besar. Dan satu persatu anak cucu beliau memberikan penghormatan terakhir.

Beliau tidak akan kesepian. Disebelah kanannya ada anaknya. Disebelah kirinya ada cucunya. Di sekelilingnya ada orang orang yang dulu pernah mengisi hari hari beliau.

"mereka lagi reuni tuh disana!", begitu kata seseorang.

Iyah. Ia mulai berpikir apa mungkin mereka memang sedang reuni keluarga disana.

Sore itu mendadak hening. Ayat ayat indah terlantun dari tiap jiwa yang hadir saat itu.

Ia terpaku. Membisu. Menatap pada satu sudut. Gundukan tanah merah.

"Kita semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah". Kalimat itu terus terngiang ngiang ditelinga.


ps: sampai bertemu, mbah. Baik baik ya disana. Sampaikan salamku untuk papa dan teteh. :)