Senin, Mei 25, 2009

Kamu siapa: Manusia atau Sarimin??

Untuk dapat sebutir kacang, Sarimin harus belajar dengan meniru majikannya.
Sampai ia bisa ke pasar, berdandan, atau menari dengan topeng.
Tapi kita manusia, bukan sarimin.
Dan hakikat penciptaan manusia adalah belajar untuk jadi diri sendiri agar lebih manusiawi.
Bukan semata untuk mendapatkan uang, gelar, ataupun jabatan.
Jangan hilangkan hakikat penciptaan kita.
Teruslah belajar dan lakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Bangsa ini jelas membutuhkan kita untuk menjadi manusia pembelajar.

(Andrias Harefa)

5 orang jenius ngasi komen:

Andri mengatakan...

betul tuh.. setuju banget..

salam kenal yee.. :D

beyit poenya mengatakan...

nice thinking...whehhehee

tamhitam mengatakan...

tidak hanya untuk pembelajaran semata chie, namun yang terbaik dan terindah adalah bagaimana melakukan pembelajaran. artinya menyebarkan ilmu tersebut ke khalayag. tsah!! serius.

gue mau bagi2 ilmu teknik ngupil asik n menggambar dengan coreldraw ni... hihi piss ci, pipis :P

Paams mengatakan...

waw, tapi nenek moyang kita monyet kan ya?

ucii LUCU mengatakan...

iya iya deh aku belajar, hehehehe :P